Poin-poin Penting dalam Motivation Letter : beasiswasarjana.com

 

Salam dan Pengenalan Diri

Halo! Pada artikel kali ini, kita akan membahas poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam menyusun sebuah motivation letter. Motivation letter atau surat motivasi merupakan elemen kunci dalam proses seleksi penerimaan, baik itu untuk beasiswa, program studi, atau pekerjaan. Dalam artikel ini, kita akan membahas poin-poin penting yang harus ada dalam sebuah motivation letter yang efektif dan meyakinkan. Yuk, simak ulasannya!

Apa itu Motivation Letter?

Motivation letter adalah surat yang ditulis oleh seorang pelamar yang berisi alasan dan motivasi mengapa mereka tertarik untuk mengikuti suatu program studi atau melamar pekerjaan tertentu. Surat ini digunakan untuk memperkenalkan diri, menjelaskan keahlian dan pengalaman yang dimiliki, serta mengapa mereka cocok untuk posisi atau program tersebut.

Sebagai audiens, institusi penerima melalui motivation letter mampu mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kepribadian, minat, dan tujuan hidup calon penerima beasiswa atau pekerja baru. Tentu saja, penulis motivation letter harus dapat menuliskan isi surat dengan jelas, meyakinkan, dan menggambarkan kompetensinya.

Persiapan Sebelum Menulis Motivation Letter

Sebelum memulai menulis motivation letter, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Pertama, kenali terlebih dahulu tujuan dari motivation letter tersebut. Apakah Anda melamar beasiswa, program studi, atau pekerjaan tertentu? Kedua, lakukan riset tentang tujuan tersebut, misalnya tentang program studi atau perusahaan yang Anda lamar. Ketiga, kenali diri Anda sendiri, baik dari segi keahlian, pengalaman, serta minat dan nilai-nilai pribadi.

Dengan persiapan yang matang, Anda akan memiliki dasar yang kuat untuk menulis motivation letter yang berkesan. Selanjutnya, mari kita bahas poin-poin penting dalam menyusun motivation letter yang efektif.

Poin 1: Tujuan Yang Jelas

Poin pertama yang harus ada dalam motivation letter adalah menyampaikan tujuan yang jelas. Anda perlu menjelaskan dengan singkat dan jelas alasan mengapa Anda tertarik dengan program studi atau pekerjaan tersebut. Misalnya, Anda tertarik dengan program studi ini karena ingin mendalami pengetahuan dan keterampilan di bidang yang spesifik, atau Anda ingin bekerja untuk perusahaan ini karena Anda tertarik dengan visi dan misi mereka.

Apapun tujuannya, pastikan untuk mengungkapkan alasan yang spesifik dan relevan dengan posisi atau program yang Anda lamar. Jangan lupa, Anda juga bisa menyebutkan rencana karir jangka panjang yang Anda harapkan setelah menyelesaikan program studi atau mendapatkan pekerjaan di perusahaan tersebut.

H3: Contoh Poin 1 dalam Motivation Letter:

Sebagai contoh, jika Anda melamar beasiswa dalam program studi hukum, Anda bisa menuliskan, “Saya tertarik untuk mengikuti program studi hukum ini karena saya ingin mempelajari lebih dalam tentang sistem hukum yang berlaku di negara kami. Saya berharap dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang hukum dan memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui pendidikan yang saya terima.”

Perhatikan bahwa tujuan yang Anda sampaikan haruslah realistis, masuk akal, dan dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, pastikan juga untuk memberikan alasan yang meyakinkan mengapa Anda tertarik dengan tujuan tersebut.

Poin 2: Pengalaman yang Relevan

Poin kedua yang penting dalam motivation letter adalah menyampaikan pengalaman yang relevan. Anda perlu menjelaskan pengalaman atau keterampilan yang Anda miliki yang dapat mendukung keberhasilan dalam program studi atau pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya, jika Anda melamar beasiswa dalam bidang seni, Anda bisa menyebutkan pengalaman terkait seperti mengikuti pameran seni atau menjadi anggota grup seni di sekolah atau perguruan tinggi.

Pengalaman yang relevan ini dapat meliputi kegiatan dan proyek yang pernah Anda ikuti, magang, atau partisipasi dalam organisasi. Jangan lupa untuk menjelaskan dampak dan hasil yang Anda capai dari pengalaman tersebut, serta bagaimana hal tersebut dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan Anda.

Contoh Poin 2 dalam Motivation Letter:

Sebagai contoh, jika Anda melamar pekerjaan sebagai programmer, Anda bisa menuliskan, “Saya telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan aplikasi mobile selama 2 tahun sebagai mahasiswa. Selama itu, saya juga berpartisipasi dalam proyek pengembangan perangkat lunak untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Pengalaman ini membantu saya mengasah kemampuan pemrograman saya dan memahami pentingnya kerjasama tim dalam mencapai tujuan bersama.”

Perhatikan bahwa pengalaman yang Anda sebutkan harus relevan dengan program studi atau pekerjaan yang Anda lamar. Pastikan juga untuk menjelaskan apa yang Anda pelajari dan bagaimana pengalaman tersebut dapat mendukung keberhasilan Anda di posisi atau program yang Anda tuju.

Poin 3: Komitmen dan Motivasi

Poin ketiga yang harus ada dalam motivation letter adalah menyampaikan komitmen dan motivasi yang Anda miliki. Katakanlah kepada penerima bahwa Anda berkomitmen untuk melakukan yang terbaik dan berkontribusi dengan maksimal dalam program studi atau posisi yang Anda lamar. Jelaskan juga motivasi Anda dalam mencapai tujuan tersebut.

Anda bisa menyebutkan nilai-nilai yang Anda anut, prinsip hidup, atau keinginan untuk berkontribusi bagi masyarakat atau industri yang relevan. Pastikan untuk menyampaikan bahwa Anda tidak hanya tertarik pada keuntungan pribadi, tetapi juga memiliki keinginan yang kuat untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Contoh Poin 3 dalam Motivation Letter:

Misalnya, jika Anda melamar beasiswa dalam bidang kesehatan masyarakat, Anda bisa menuliskan, “Saya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di negara kami. Motivasi saya datang dari pengalaman pribadi melihat dampak buruk dari kondisi kesehatan yang tidak memadai di beberapa wilayah. Saya ingin berkontribusi dalam merancang program-program yang dapat meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.”

Perhatikan bahwa komitmen dan motivasi yang Anda sampaikan haruslah jujur dan meyakinkan. Pastikan untuk memberikan alasan yang kuat mengapa Anda memiliki komitmen dan motivasi tersebut.

Poin 4: Penutup yang Kuat

Poin keempat yang penting dalam motivation letter adalah menyampaikan penutup yang kuat. Di bagian ini, Anda perlu merangkum kembali poin-poin utama yang telah Anda sampaikan, serta menegaskan kembali keinginan Anda untuk diterima dalam program studi atau pekerjaan tersebut.

Sampaikan apresiasi Anda atas kesempatan yang diberikan, dan sampaikan harapan Anda untuk dapat bertemu dengan penerima dalam wawancara atau seleksi selanjutnya. Jangan lupa untuk menutup surat dengan tanda terima kasih dan salam penutup yang sopan.

Contoh Poin 4 dalam Motivation Letter:

Misalnya, Anda bisa menuliskan, “Saya sangat berterima kasih atas perhatian Bapak/Ibu dalam membaca motivation letter ini. Saya berharap dapat diterima dalam program studi ini dan mengikuti wawancara seleksi yang akan dilakukan. Saya siap memberikan yang terbaik dan berkomitmen untuk berkontribusi dengan maksimal. Terima kasih atas waktu dan kesempatannya. Hormat saya, [Nama Lengkap].”

Perhatikan bahwa penutup yang kuat dapat memberikan kesan yang baik kepada pembaca. Pastikan untuk menyampaikan penutup dengan bahasa yang sopan dan menggambarkan keinginan Anda untuk diterima dalam program studi atau pekerjaan tersebut.

Tabel Poin-poin Penting dalam Motivation Letter

No. Poin Utama
1 Tujuan yang Jelas
2 Pengalaman yang Relevan
3 Komitmen dan Motivasi
4 Penutup yang Kuat

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah saya perlu mencantumkan informasi pribadi seperti usia dan status perkawinan dalam motivation letter?

Tidak perlu. Motivation letter seharusnya berfokus pada kualifikasi, pengalaman, dan motivasi Anda dalam program studi atau pekerjaan yang Anda tuju. Informasi pribadi yang tidak relevan dapat diabaikan dalam surat tersebut.

2. Berapa panjang idealnya sebuah motivation letter?

Sesuaikan panjang motivation letter dengan ketentuan yang diberikan oleh institusi atau perusahaan yang Anda lamar. Namun sebaiknya, buatlah surat yang singkat dan padat, sekitar 1-2 halaman.

3. Apakah saya perlu menyebutkan nilai-nilai akademik saya dalam motivation letter?

Tidak perlu jika tidak diminta secara khusus. Namun, jika nilai-nilai akademik Anda memperkuat alasan Anda untuk diterima dalam program studi atau pekerjaan tertentu, Anda boleh mencantumkannya.

4. Apakah saya perlu mencantumkan referensi atau surat rekomendasi dalam motivation letter?

Tidak perlu mencantumkan referensi atau surat rekomendasi dalam motivation letter. Namun, jika penerima meminta atau mengizinkan pencantuman referensi, Anda bisa mencantumkannya dalam lampiran surat aplikasi Anda.

5. Apakah saya harus membuat motivation letter dengan bahasa yang formal?

Sebaiknya, pilih bahasa yang formal dan sopan dalam menulis motivation letter. Hal ini menunjukkan sikap serius dan menghormati institusi atau perusahaan yang Anda lamar.

Sumber :